Ikan Asing Invasif, Berkah atau Musibah

Sebaran ikan invasif berbahaya dan merugikan di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir ini diketahui telah menyebabkan ancaman yang sangat signifikan terhadap keleatarian ekosistem alami lokal. Ikan tersebut dilarang masuk karena dapat menimbulkan dampak negatif terhadap keanekaragaman hayati, kerusakan ekosistem dan lingkungan, kerugian ekonomi dan atau kesehatan manusia.

Pada Bulan Februari 2024, BKHIT DiY, Dinas Kelautan dan Perikanan DIY, Stasiun PSDKP Cilacap bekerjasama dengan Polairud Polda DIY memusnahkan sebanyak delapan belas ekor ikan invasif yang berbahaya dan merugikan ekosistem perairan Indonesia. Pemusnahan ikan tersebut dilakukan sebagai upaya mencegah terjadinya kerusakan ekosistem di perairan setempat. Delapan belas ikan yang dimusnahkan, yang terdiri dari dua ekor ikan piranha dengan panjang 5 cm, lima belas ekor ikan alligator dengan panjang 50-150 cm, dan satu ekor ikan arapaima dengan panjang 220 cm.

Untuk mengantisipasi terjadinya temuan berulang terhadap jenis ikan asing invasif di wilayah DIY, Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) DIY berkolaborasi dengan StarFM Jogja terjalin dalam rangka sosialisasi jenis-jenis ikan asing invasif dan bahayanya terhadap eksistensi varietas ikan lokal.

Dalam acara Bincang Special StarFM Jogja dibahas tema jenis ikan invasif apa saja yang dilarang untuk masuk ke perairan RI dan bagaimana dampak keberadaan ikan invasif ini terhadap keberlanjutan ekosistem ikan lokal & perairan umum DIY. Narasumber dari BKHIT DIY adalah Himawan Achmad, SPI.Msc dan Dwi Lantiani, S.Pi, M.Sc. Keduanya adalah Pengendali Hama Penyakit Ikan Ahli Muda. Bertugas sebagai host dari StarFM adalah Bagus Adisatya.